by

Sebut uang berkarung-karung dibagi saat perubahan UUD 1945, Sofian Effendi disomasi

Reporter: Bidara Pink | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Perkumpulan Forum Konstitusi (FK) menyesalkan pernyataan Sofian Effendi terkait dugaan suap terhadap para anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) periode 1999-2004 dalam rapat perubahan Undang-Undang Dasar (UUD) 1945.

Sebelumnya, mantan rektor Universitas Gadjah Mada (UGM) tersebut menyebutkan bahwa dalam rapat-rapat Panitia Ad Hoc (PAH) di MPR, dihadiri bukan warga negara Indonesia.

Tak hanya itu, ia menyebut bahwa LSM National Democratic Institute (NDI) membawa uang berkarung-karung dan membagikannya kepada 11 fraksi yang ada di gedung MPR.

“Pernyataan Profesor Sofian itu fitnah. Hasil perubahan UUD 1945 yang dilakukan berdasarkan kejujuran untuk memenuhi tuntutan. Pernyataan tersebut tidak berdasar,” jelas Wakil Ketua FK Pataniari Siahaan pada Jumat (13/3) di Jakarta.

Pataniari juga meyakinkan bahwa selama proses perubahan UUD 1945, anggota MPR khususnya PAH 3 dan PAH 1 BP MPR tidak menerima kucuran dana, apalagi dana asing. Ia pun berani menjamin karena rapat dilakukan secara terbuka sehingga siapapun yang hadir mampu menjadi saksi apa yang terjadi saat itu.

Selain itu, forum juga menyatakan bahwa maklum kalau ada masyarakat yang tidak setuju dengan perubahan UUD 1945, akan tetapi ini merupakan hasil kesepakatan bersama secara aklamasi sehingga harus dihormati.

Akibat pernyataan tersebut, FK pun melayangkan somasi terhadap Sofian Effendi. Pihaknya juga akan memberi waktu 3 x 24 jam bagi Effendi untuk meminta maaf secara terbuka.

“Jika tidak ada atensi, kami akan melakukan langkah-langkah hukum, melaporkan secara pidana atas dasar pencemaran nama baik dan perdata terkait perbuatan melanggar hukum dan kebohongan publik,” jelas Hamdan Zoelva selaku kuasa hukum FK.

Akan tetapi, FK juga belum bisa mengonfirmasi secara pasti langkah apa yang akan diambil bila Sofian Effendi akhirnya meminta maaf. “Nanti masih kita akan melihat perkembangannya,” tandas Hamdan.

Sebagai tambahan informasi, somasi tersebut dilayangkan oleh Perkumpulan Forum Konstitusi yang beranggotakan antara lain:
1. Penasehat FK sekaligus Ketua PAH I BP MPR RI 2000 – 2004 Jakob Tobing
2. Wakil Ketua FK sekaligus Anggota PAH I Pataniari Siahaan
3. Anggota HK sekaligus Anggota PAH I Lukman Hakim Saifuddin
4. Pengawas FK sekaligus Anggota PAH I Hamdan Zoelva
5. Anggota FK sekaligus Anggota PAH I Baharudin Aritonang
7. SekretariS FK sekaligus Anggota PAH I Seto Haryanto
8. Anggota FK sekaligus Anggota PAH I Irjen Purn Ketut Astawa
9. Anggota FK sekaligus Anggota PAH I Theo Sambuaga
10. Anggota FK sekaligus Anggota PAH I Valina Singka SUbekti
11. Anggota FK sekaligus Anggota PAH I Zainal Arifin

sumber: nasional.kontan.co.id

News Feed